Resmi, Keuchik Kampung Baru Dipolisikan Terkait Dana Desa

Geuchik (kepala desa) Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh resmi dipolisikan oleh warganya sendiri terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017-2018.

Seperti yang dilansir LiputanAceh.com, oknum Geuchik berinisial M tersebut telah dilaporkan pada Kejari Banda Aceh dan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Senin (27/5/2019).

Dalam laporannya, warga meminta jajaran Kejari dan Polresta Banda Aceh segera melakukan penyelidikan, terkait dugaan proyek fiktif yang bersumber dari dana desa di Kampung Baru.

“Alhamdulillah, kita sudah melaporkan secara resmi oknum Geuchik pada Sat Reskrim Polresta Banda Aceh. Ternyata, mereka sudah duluan tahu kejadian ini. Malah, mereka sudah mempersiapkan surat pemeriksaan dan pemangilan untuk penanganan kasus ini,” ungkap seorang tokoh yang ikut membuat laporan pada media ini Senin malam.

Dia menambahkan. Jajaran Kejari Banda Aceh juga telah mendengar desas desus kasus tersebut. Termasuk, telah mengetahui terkait temuan Inspektorat Kota Banda Aceh yang mengharuskan oknum Geuchik mengembalikan uang sebesar Rp. 100 juta lebih pada kas Kampung Baru.

“Kita sama sekali tidak ada sentimen pribadi dengan Pak Geuchik. Ini murni kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum Geuchik. Jadi, biarlah proses hukum  ini terus berjalan. Dan,  kita mengharapkan  penegak hukum dapat berkerja secara  profesional,” harapnya.

Sebelumnya, warga meminta jajaran Polresta Banda Aceh dan Kejari setempat, melakukan pemeriksaan langsung terkait dugaan proyek fiktif dari dana desa di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Menurut warga, persoalan dana desa di Kampung Baru telah terjadi sejak 2017 hingga 2018. Ketika itu, banyak proyek yang masuk dalam RAB Tahun 2017 tidak
dikerjakan alias fiktif. Anehnya, belum selesai pertanggungjawaban, aparatur desa dengan leluasa mencairkan dana desa 2018.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Baiturrahman, Muhammad Rizal S.STP. Dia meminta aparat penegak hukum
dapat turun langsung melakukan pemeriksaan fisik pembangunan yang berasal dari dana desa.

Dia mengakui telah menegur langsung kepala desa, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Bahkan, telah mengirim surat teguran sebanyak tiga kali yang isinya, meminta kepala desa
untuk menyelesaikan gedung serba guna Kampung Baru, karena percairan dana telah ditarik 100 persen.

Terkait hal tersebut, Geuchik Kampung Baru berinisial M telah berulang kali membantah telah melakukan penyalahgunaan dana desa. Dia mengatakan, isu itu sengaja dijembatani oleh orang yang iri padanya dan orang – orang yang tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana desa.Dikutip dari LiputanAceh.com

UNTUK HP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *