Pria di Aceh Singkil ini Garap Anak Selingkuhannya yang Masih Belia

Sambil menyelam minum air, begitulah ungkapan yang cocok disandang pada ALP (42), warga Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Pasalnya, selain berselingkuh hingga meniduri selingkuhannya berinisial E, Ia juga turut meniduri anak gadis E yang masih berusia 12 tahun, sebut saja Bunga.

Akibat perbuatannya itu, pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta di salah satu perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil itu, harus mendekam di sel tahanan Polsek Gunung Meriah.

“Tersangka ditangkap Senin malam di rumahnya,” kata Wakapolsek Gunung Meriah Ipda Bambang Saputra, Kamis (23/6/2019).

Menurut Bambang, kejadian itu bermula saat pelaku yang telah memiliki istri menjalin hubungan asmara dengan orang tua korban yang diketahui berstatus janda.

“Mereka sudah berkenalan dan berpacaran sejak 2015. Bahkan sudah beberapa kali melakukan hubungan terlarang. Namun belakangan E pergi dan tidak diketahui keberadaannya,” kata Bambang.

Kepada polisi, kata Bambang, pelaku nekat mencabuli korban karena belum puas berhubungan dengan ibu korban.

Peristiwa itu, kata Bambang, awalnya dilakukan oleh tersangka pada Maret 2018 lalu di areal perkebunan warga.

“Tersangka mengiming-imingi uang dan membelikan pakaian kepada korban saat itu,” kata Bambang.

Ketagihan, pada bulan September 2018 tersangka kembali mengajak korban jalan-jalan di seputaran ibu kota Kecamatan Gunung Meriah, dan membelikan makanan, baju, sandal, sepatu dan kebutuhan lainnya.

“Saat pulang, tepat di wilayah HGU PT Nafasindo tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan. Tersangka dan korban telah melakukan hubungan badan sebanyak dua kali,” kata Bambang

Lebih lanjut, kata Bambang, terungkapnya dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur itu bermula dari pesan singkat yang dikirim pelaku ke handphone korban. Pesan singkat itu dibaca oleh bibik korban.

“Saat itu kebetulan HP korban tertinggal di rumah bibiknya tempat korban tinggal, sementara korban keluar rumah. Saat korban pulang, keluarganya menanyakan beberapa pertanyaan, hingga mengakui bahwa mereka sudah melakukan hubungan badan dengan tersangka,” katanya.

Tak terima dengan perlakukan tersangka, keluarga korban langsung melaporkan ke polisi.

“Tersangka melanggar Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, terancam hukuman ratusan kali cambuk di muka umum,” kata Bambang.(BeritaKini)

Lihat Lainnya

UNTUK HP

Lihat Lainnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *