Pemuda Aceh Utara Desak Plt Gubernur Aceh Evaluasi Kadis Pertanian dan Perkebunan

Sekilasinfo.id, Banda Aceh – Pemuda Aceh Utara yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) mendesak Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mengevaluasi jabatan Abdul Hanan sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Tindakan Hanan menyeret petani ke jalur hukum karena menyebar benih padi perbuatan tidak bijak.

Hanan diduga melaporkan seorang petani dari Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, bernama Munirwan kepada polisi dengan tuduhan menyebarkan benih padi tanpa sertifikasi dan izin dari kementerian pertanian. Saat ini Munirwan ditahan di Polda Aceh.

Wakil Ketua Ipau Muhammaz Fazil menuturkan, seharusnya Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melakukan pembinaan terhadap petani yang melahirkan inovasi.
Benih yang dikembangkan oleh Munirwan memiliki potensi hasil yang baik mencapai 11 ton per hektar.

“kalau belum ada izin, ya urus izinnya, pemerintah justru harus melakukan pendampingan dan membantu proses perizinan, bukan malah melapor ke polisi,” kata Fazil.

Atas tindakan Hanan melaporkan ke polisi, saat ini Munirwan harus mendekam di tahanan Polda Aceh. Menurut Fazil, imbas dari tindakan Hanan, akan mematikan daya inovasi petani lainnya. “Nanti ada petani yang mau berinovasi takut dibenturkan dengan legalitas,” kata Fazil.

Fazil mengatakan, Munirwan merupakan petani berprestasi. Dia pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional mewakili Provinsi Aceh. Sebagai petani yang kreatif, kata Fazil, pemerintah harus mendorong usaha Munirwan melahirkan terobosan yang lebih baik sehingga menumbuhkan desa yang mandiri.

UNTUK HP

“kalau belum ada izin, ya urus izinnya, pemerintah justru harus melakukan pendampingan dan membantu proses perizinan, bukan malah melapor ke polisi,” kata Fazil.

Atas tindakan Hanan melaporkan ke polisi, saat ini Munirwan harus mendekam di tahanan Polda Aceh. Menurut Fazil, imbas dari tindakan Hanan, akan mematikan daya inovasi petani lainnya. “Nanti ada petani yang mau berinovasi takut dibenturkan dengan legalitas,” kata Fazil.

Fazil mengatakan, Munirwan merupakan petani berprestasi. Dia pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional mewakili Provinsi Aceh. Sebagai petani yang kreatif, kata Fazil, pemerintah harus mendorong usaha Munirwan melahirkan terobosan yang lebih baik sehingga menumbuhkan desa yang mandiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *