MPM Unsyiah : Unsyiah dan Uin Ar-Raniry adalah Saudara.

SekilasInfo.Id, Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Syiah Kuala Reza Fahlevi mengatakan terkait hubungan persaudaraan antara Unsyiah dengan Uin Ar-Raniry yang kini seperti ada ketegangan. Hal tersebut dikatakan reza dal orasi terbukanya pada penutupan PAKARMARU 2019 Universitas Syiah Kuala di halaman masjid Jami’ Minggu (01/09).

“Belakangan  ini di sosial media kita disuguhkan dengan berita tentang ketegangan antara Uin dan Unsyiah sungguh ini berita yang tidak mengenakkan, sadarilah apabila kekuatan mahasiswa terpecah, ini adalah kabar gembira bagi penguasa.” kata reza

Namun reza mengharapkan adanya kedewasaan yang tercipta, sehingga kekuatan mahasiswa tetap bersatu, dan kekuatan ini menjadi kabar buruk bagi penguasa. maka menurutnya, sudahilah konflik horizontal yang terjadi. saling menghujat bukanlah solusi, mari berdialog dan bermusyawarah untuk mencari akar permasalahan yang terjadi.

“Kita adalah satu rahim yaitu rahim peradaban dan kita adalah satu darah yaitu darah perjuangan. Ingat masih ada agenda yang lebih besar bagi kita mahasiswa yaitu menjamin berjalannya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjadi pihak yang cerdas sebagai mitra kritiknya pemerintah. oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk cermat dalam menangkap isu-isu di media sosial dan jangan mudah terprovokasi dengan pemberitaan-pemberitaan yang dapat memperkeruh suasana.” lanjut Reza.

Reza juga menegaskan Unsyiah dan Uin Ar-Raniry adalah Saudara. “Dan ingat, selaku mahasiswa kita harus menyadari peran kita sebagai pihak yang menjalankan social control di tengah masyarakat. Dan kami tegaskan Uin dan Unsyiah adalah saudara”. Cetus Reza.

Hal senada juga disampaikan oleh Moh.Ikhsan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unsyiah. Dalam orasinya, ia juga menyampaikan harus ada jalur diplomasi yang wajib segera ditempuh oleh kedua pihak (Unsyiah dan Uin Ar-raniry) sebelum permasalahan ini menjadi aibnya kedua perguruan tinggi ternama yang ada di Aceh ini. Karena ini tentunya juga akan berakibat buruk pada figur Aceh di mata orang lain dan memperburuk hubungan antara Unsyiah dan Uin Ar-Raniry yang keduanya merupakan universitas kebanggaan rakyat Aceh.(rel)

UNTUK HP

“Kita adalah satu rahim yaitu rahim peradaban dan kita adalah satu darah yaitu darah perjuangan. Ingat masih ada agenda yang lebih besar bagi kita mahasiswa yaitu menjamin berjalannya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjadi pihak yang cerdas sebagai mitra kritiknya pemerintah. oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk cermat dalam menangkap isu-isu di media sosial dan jangan mudah terprovokasi dengan pemberitaan-pemberitaan yang dapat memperkeruh suasana.” lanjut Reza.

Reza juga menegaskan Unsyiah dan Uin Ar-Raniry adalah Saudara. “Dan ingat, selaku mahasiswa kita harus menyadari peran kita sebagai pihak yang menjalankan social control di tengah masyarakat. Dan kami tegaskan Uin dan Unsyiah adalah saudara”. Cetus Reza.

Hal senada juga disampaikan oleh Moh.Ikhsan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unsyiah. Dalam orasinya, ia juga menyampaikan harus ada jalur diplomasi yang wajib segera ditempuh oleh kedua pihak (Unsyiah dan Uin Ar-raniry) sebelum permasalahan ini menjadi aibnya kedua perguruan tinggi ternama yang ada di Aceh ini. Karena ini tentunya juga akan berakibat buruk pada figur Aceh di mata orang lain dan memperburuk hubungan antara Unsyiah dan Uin Ar-Raniry yang keduanya merupakan universitas kebanggaan rakyat Aceh.(rel)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *