Mengenal Sosok Farah, Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019.

SekilasInfo.Id – Menjadi Puteri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 membuatnya Bersyukur dan Merasa bangga atas prestasinya ungkap buah hati dari pasangan Bapak Zakaria dan Ibu Indani ini kepada media SekilasInfo.Id Usai ia keluar sebagai juara Puteri Pariwisata Nusantara Aceh 2019. Yang berlangsung di Hermes Palace Hotel pada Rabu (11/09).

Jadi juara, membanggakan daerah, dan kedepan akan menjadi perwakilan pada ajang Puteri Pariwisata Nusantara tingkat nasional pada tahun 2020 nanti tentu tidak ada yang tidak mau, namun begitulah takdir Allah seperti yang di alami Farah Faizah, Gadis kelahiran Kuala Lumpur 3 Mei 2000.

Mahasiswi angkatan 2018 Fakultas Hukum Universitas Syiah kuala ini memiliki keyakinan, terus berusaha semaksimal mungkin, dan tidak mudah patah semangat dalam menggapai tujuan. Serta tak lupa pula meminta restu dan doa orang tua. “Karena, tanpa restu orang tua mungkin Farah tidak akan bisa menjalankan semuanya dengan baik”. Kata Farah

Ia juga berterima kasih kepada teman-teman dari Ikatan Agam Inong Banda Aceh yang juga menjadi sumber energi penyemangatnya dalam proses persiapan hingga menjadi Juara. “Sejak 6 bulan yang lalu saat terpilih, Farah sudah diberikan paparan materi dan pengalaman dari senior lainnya di ikatan. tentu dengan tekad dan target yang kuat juga membuat farah kuat dalam segala proses, walaupun ada jatuh bangunnya.” Jelas Farah.

Menurut Farah, kunci meraih juara seperti yang ia ketahui ialah harus memiliki ide-ide kreatif, harus aktif, memiliki komitmen, dan tanggungjawab yang tinggi. Itulah kemampuan yang ia keluarkan selama masa karantina pada ajang pemilihan Putera Puteri Pariwisata Nusantara Aceh kemarin.

Bagi Farah, meskipun banyak tergabung di organisasi seperti BEM, HMI, Duta Wisata, dan sebagainya. Ia tetap berusaha untuk menempatkan skala prioritas yang tepat. Sehingga tidak membuatnya terhalang dalam menuntut ilmu di kampus Jantong Hate Rakyat Aceh dan menghalangi hobi membacanya.

Di akhir, ia juga memiliki keinginan kedepan agar dirinya dapat turut serta membantu pemerintah dalam memajukan industri pariwisata di Aceh, apalagi dalam era digitalisasi seperti sekarang. dan ia juga berharap agar dapat menjadi role model sebagai kontrol sosial dan agent of change bagi pemuda aceh, agar turut termotivasi untuk meningkatkan skill dan softskillnya.

“Semoga Farah dapat mengharumkan nama aceh tidak hanya dikancah nusantara namun juga mancanegara”

UNTUK HP

Ia juga berterima kasih kepada teman-teman dari Ikatan Agam Inong Banda Aceh yang juga menjadi sumber energi penyemangatnya dalam proses persiapan hingga menjadi Juara. “Sejak 6 bulan yang lalu saat terpilih, Farah sudah diberikan paparan materi dan pengalaman dari senior lainnya di ikatan. tentu dengan tekad dan target yang kuat juga membuat farah kuat dalam segala proses, walaupun ada jatuh bangunnya.” Jelas Farah.

Menurut Farah, kunci meraih juara seperti yang ia ketahui ialah harus memiliki ide-ide kreatif, harus aktif, memiliki komitmen, dan tanggungjawab yang tinggi. Itulah kemampuan yang ia keluarkan selama masa karantina pada ajang pemilihan Putera Puteri Pariwisata Nusantara Aceh kemarin.

Bagi Farah, meskipun banyak tergabung di organisasi seperti BEM, HMI, Duta Wisata, dan sebagainya. Ia tetap berusaha untuk menempatkan skala prioritas yang tepat. Sehingga tidak membuatnya terhalang dalam menuntut ilmu di kampus Jantong Hate Rakyat Aceh dan menghalangi hobi membacanya.

Di akhir, ia juga memiliki keinginan kedepan agar dirinya dapat turut serta membantu pemerintah dalam memajukan industri pariwisata di Aceh, apalagi dalam era digitalisasi seperti sekarang. dan ia juga berharap agar dapat menjadi role model sebagai kontrol sosial dan agent of change bagi pemuda aceh, agar turut termotivasi untuk meningkatkan skill dan softskillnya.

“Semoga Farah dapat mengharumkan nama aceh tidak hanya dikancah nusantara namun juga mancanegara”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *